Aku tahu betul, jalan hidupku penuh
lika-liku, tak lurus di jalan Allah..
Sering sekali aku mendahulukan
duniaku lebih dari Allah yang ku miliki..
Aku ini… Sungguh hina..
Maafkanlah aku telah menduakanMu, Allah.
Janganlah murka terhadap kedzalimanku.
Ampuni aku… Jangan tinggalkan aku.
Aku takut melangkah tanpa Engkau.
Allah… Aku tahu Engkau Maha
Melihat, Engkaulah satu-satunya saksi atas segala keburukan duniaku. Engkau
pula yang Maha Menyaksikan segala tingkah lakuku.
Engkau tahu bukan?seringkali aku
memaklumkan dan melemahkan perjuanganku atas Engkau. Pasti Engkau tahu juga
bukan? Bahwa seringkali aku memaksakan diriku dari batas ragaku, ku lampaui
batas kesanggupanku, sanggup tidak sanggup, aku harus…
Aku tahu, Engkau membenci seseorang
yang hanya mampu berbicara namun tak bisa melaksanakannya. Seringkali aku
berkata pada orang untuk menjaga dirinya. Namun, Bukan aku tak ingin menjaga
diriku. Aku hanya terlalu sering melihat kemaklumanku. Aku pun terlalu sering
melihat noda-noda hitam terpercik dalam hatiku, dalam ragaku, dalam akhlakku.
Ketahuilah Allah, ketika ku paksakan tubuhku melebihi batas kesanggupan, aku
berharap satu hal benar dalam hidupku adalah dapat menjaga istiqamah dalam
puasaku, Qur’anku, dan sujud-sujudku.
Aku ingin mendahulukan Engkau
terlebih dari segalanya di dunia..
Sesuatu yang selama ini, terlalu
lemah di hatiku. Berikan hidayahMu, untuk memperkuat diriku, Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar