Minggu, 30 November 2014

Aku Hanya Ingin, Istiqamah


Aku tahu betul, jalan hidupku penuh lika-liku, tak lurus di jalan Allah..
Sering sekali aku mendahulukan duniaku lebih dari Allah yang ku miliki..
Aku ini… Sungguh hina..
Maafkanlah aku telah menduakanMu, Allah. Janganlah murka terhadap kedzalimanku.
Ampuni aku… Jangan tinggalkan aku. Aku takut melangkah tanpa Engkau.

Allah… Aku tahu Engkau Maha Melihat, Engkaulah satu-satunya saksi atas segala keburukan duniaku. Engkau pula yang Maha Menyaksikan segala tingkah lakuku.
Engkau tahu bukan?seringkali aku memaklumkan dan melemahkan perjuanganku atas Engkau. Pasti Engkau tahu juga bukan? Bahwa seringkali aku memaksakan diriku dari batas ragaku, ku lampaui batas kesanggupanku, sanggup tidak sanggup, aku harus…
Aku tahu, Engkau membenci seseorang yang hanya mampu berbicara namun tak bisa melaksanakannya. Seringkali aku berkata pada orang untuk menjaga dirinya. Namun, Bukan aku tak ingin menjaga diriku. Aku hanya terlalu sering melihat kemaklumanku. Aku pun terlalu sering melihat noda-noda hitam terpercik dalam hatiku, dalam ragaku, dalam akhlakku. Ketahuilah Allah, ketika ku paksakan tubuhku melebihi batas kesanggupan, aku berharap satu hal benar dalam hidupku adalah dapat menjaga istiqamah dalam puasaku, Qur’anku, dan sujud-sujudku.
Aku ingin mendahulukan Engkau terlebih dari segalanya di dunia..
Sesuatu yang selama ini, terlalu lemah di hatiku. Berikan hidayahMu, untuk memperkuat diriku, Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar