“Cinta laki-laki bagaikan gunung
yang kuat dan kokoh, namun rapuh pada kenyataannya. Suatu kala ia bisa meluruh
hanya dengan siraman air hujan.”
“Cinta perempuan bagaikan kuku,
terlihat kecil dan sepele. Namun selalu tumbuh ketika ia dipotong.”
Memang, cinta terlalu berat untuk
dijalani seorang manusia biasa. Bagaimana tidak? Cinta itu anugerah Tuhan yang
selalu menyembuhkan segala macam luka, ruhani maupun jasmani. namun, sayang
diantara berbagai macam makhluk, disana tertera beberapa praduga salah.
Tudingan yang mengucilkan cinta adalah lahir dari hasrat yang seringkali
bertindak atas nama cinta, dan bukanlah dzat cinta itu sendiri.
Dari awal dunia hingga akhir, cinta
tak akan pernah melukai. Jika suatu saat, ada sebutir airmata pada jalan cinta,
itu semata karena manusialah yang tak pandai menghargai dan memaknai cinta.
Cinta lebih tenang ketika mengalir,
ia tak bergelombang maupun bergejolak..
Seperti apa yang telah ku dengar
juga, pena lebih tergesa-gesa dalam menguraikan cinta, namun cinta lebih
gemulai dalam meniti langkahnya.
Aku hanyalah seorang manusia biasa,
seperti pada hakikatnya, sulit bagiku meniti tapak demi tapak cinta. Aku tak
bisa mengikuti cinta. Cinta pun mungkin tak akan meniti diriku sebab keagungan
dirinya. Namun, bagi seorang awwam sepertiku, cinta sejati seperti halnya
keterpautan dua hati melangkah bersama dengan hentak yang menjadi mantab dan
menjadi lurus sebab sebuah pertemuan dan perpaduan menuju Sang Pencipta Cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar