Jumat, 14 November 2014

HAMBA BUSUK

Tuhan....! Tuhan....!
aku datang kepadamu dengan sakau, mabuk jasad dan ruhku..

Lihatlah aku, Tuhan..
Aku terserak tepat di ujung Kuku-Mu, terjerembab jauh, amat jauh dari Arsy yang Engkau singgahi.
aku sudah jauh dari-Mu, Tuhaaaaan!

Engkau pasti sudah melihat teatrikalku,
bagaimana aku berbaur dengan najis,
bagaimana aku menghardik setitik cahaya,
dan bagaimana aku mencaci Engkau, Tuhan..
satu hal yang mungkin tak pernah Engkau lupa adalah saat aku mengutukmu dengan satu bait kalimat yang paling terkeji dari mulutku yang kotor, "Engkau sama sekali tidak memiliki keadilan, Tuhan!"

Engkaupun pasti sudah memahami dzat diriku,
darah busuk..
hati busuk...
dan ruh yang keruh...

Kesombongan menjulur di kepalaku,
logika ku jadikan acuanku.
Aku makhluk angkuh dengan akal yang terbalik.
aku awwam namun bermaksud mendahului-Mu

kini kepalaku sudah berbalut darah sebab benturan yang ku buat sendiri,
ku hancurkan diriku dengan alur yang ku persiapkan dengan keangkuhanku..
sekarang lihatlah aku, Tuhan...
aku sudah tak berdaya dengan nafas yang tersengal-sengal..
dengarlah jeritanku!
dengarlah pengakuanku!
Aku pendosa!
aku makhluk bodoh!
Dasar aku makhluk bodoh tak tau diri!
dengan logika yang terbatas ku caci Engkau, namun dengan Ilmu-Mu yang luas bahkan akalku tak mampu menyentuh sisi terluar darinya.
Makilah aku sesuka-Mu, Tuhan..
asal jangan Engkau tinggalkan aku sendiri, letakkanlah saja aku ditempat paling rendah dari Restu-Mu asal Engkau tetap membawaku serta dalam nadi-Mu.
Aku tahu, makhluk konyol sepertiku, hanya akan terus menebarkan kecewa dalam setiap masa, namun hukumnya adalah berlawanan jika melangkah atas nama-Mu.
Engkaulah Sang Maha Tahu
Engkaulah Sang Maha Suci, Sang pemilik kehidupan sejati.
Sungguh, aku telah melihat kedunguanku.

kini dengan lirih, aku menengadah...
setidaknya dengan iba, Engkau sudi mengakui diriku sebagai Hamba, walaupun bermaqamkan Hamba Busuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar