Jumat, 14 November 2014

SAMPAI JUMPA

....Sahabat itu seperti bintang, meskipun tak terlihat ia tetap ada. Ada untuk selamanya....

dear Sahabat sejatiku,
salam sayang teruntuk dirimu,
aku tahu, satu hal yang terlintas di benakmu pertama kali pasti, "Kok pede manggil sahabat sejati segala padahal bareng-bareng udah gak pernah, peduli aja nggak!". Jika sikapku itu salah bagimu maka itu salah, namun bagiku menjauh darimu adalah satu keputusan yang terberat dan terbaik untuk dirimu, aku, kita. aku memiliki alasan yang logis untuk itu. janganlah kau sebut ini alibi dariku, karena aku yakin, engkaupun memahami diriku sudah sejak lama, bahkan mungkin engkau memahami relung terkecil dari hatiku.

waktu yang telah memberi jarak pada kita, tak ingin ku namai dengan perpisahan, karena itu berarti aku dan engkau tak lagi ada. sebutlah saja ini perjanjian ku secara sepihak, karena keputusanku ku buat sendiri tanpa engkau, namun yang belum kau ketahui, ini ku lakukan karena aku tak ingin menarikmu serta dalam badaiku yang teramat ganas. kau berhak untuk bahagia dengan metamorfosismu, sedangkan aku masih mereguk lumpur dari lintasanku. aku telah melihat peluh dan airmatamu. kini aku tak ingin menambahnya lagi. biarlah waktu dan jarak yang renggang ini menjadi cahaya tersendiri, dan seperti kataku ini bukanlah perpisahan namun perjanjian saja. dan sahabatku, izinkanlah aku menamaninya dengan "sampai jumpa", agar kelak akan kembali masa kita menjadi sebuah rajutan indah yang saling terkait satu sama lain.

jika engkau mencaciku, bahwa aku makhluk terjahat dan terkeji dalam hidupmu, maka itupun benar. aku  telah datang terlalu dekat dan tidak bisa membatasi sifat penyayangku yang dengan porsi terbesarnya membuat engkau tersayat saat aku tidak lagi berbagi canda denganmu. namun hati kecilku berucap, aku tidak ingin menjadi monster yang lebih jahat lagi karena membebanimu dengan segunung masalah dari sahabatmu. aku yang salah, aku yang terlalu mendahulukan sahabat dari diriku sendiri. akulah yang membuat luka. tapi apalah arti penyesalan jika tidak diperindah bukan?

ketahuilah sahabatku, sekalipun jauh, dekat, peduli, tidak, engkau tetaplah sahabat bagiku.
persahabatanku tak pernah menguraikan syarat agar kau selalu didekatku atau mengasihiku.
persabatanku tak memerlukan batas waktu dan batas situasi, bagaimanapun itu engkaulah sahabatku, yang sudah mengajariku beberapa makna kehidupan. Engkau seperti Jibril yang sempat membuatku mengeja kehidupan. Terima kasih sahabatku, Terima kasih banyak atas kehadiranmu. dan maafkanlah aku, orang yang terkeji dalam hidupmu yang sempat merusak keindahan alurmu. jika aku layaknya parasit yang hanya mampu menyayat, maafkanlah jika kau mau. Namun jika engkau enggan, maka aku ridho untuk kau abadikan kejahatanku sampai kapanpun yang kau kehendaki, hingga Tuhan sendirilah yang akan mengadili diriku suatu saat nanti. satu pesanku, janganlah kau biarkan hatimu di isi oleh kebencian, jika aku menjadi sebab akan hal itu, sungguh aku tak rela atas engkau. engkau adalah salah satu makhluk suci diatas bumi Tuhan, bertambah hinalah aku jika menjadi penyebab kebencianmu.  Lupakanlah saja namaku jika menyiksamu, namun ketahuilah aku memiliki satu makna persahabatan yang tak sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar