Minggu, 30 November 2014

Istikharah Cinta


Aku tak ingin menanamkan keyakinanku berdasarkan kata hati semata. Hati manusia seringkali salah bukan? Seringkali terperdaya hasrat bukan? Lagipula aku tak lebih dari seorang yang taklid. Apalah yang ku unduh selain rasa kecewa dari langkah demi langkahku. Maka dari itu, biarlah Dia sendiri yang bersedia memberi warna sebagai tinta akan cintaku, agar kelak hatiku ta’dzim, istiqamah dan kekal dalam cinta itu seperti sifat kekal pada DzatNya yang tak pernah memiliki akhir…
Biar Dia sendiri yang memupuk keyakinanku, hingga suatu saat ketika hatiku mulai layu, Dialah yang pertama kali merasa tak rela dan tak terima.

Aku sekuntum bunga yang tak indah, memasrahkan seluruh siang dan malamku teruntuk Engkau, Sang Pemilik Ruhku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar